Sunday, January 6, 2013

Desain El-Surayya Art Tahun 1995

Galeri dari gebyok kaligrafi “Ilaahii anta  maqsuudii waridhaaka mathluubii” Pandangan siang hari. joglo bagian tengah

Desain El-Surayya Art Tahun 1995

Galeri El-Surayya Art tahun 1995 ini berada di Jalan Pemuda 94 Jepara, galeri gebyok dari kayu jati ini berukir ayat-ayat Al-Quran dan Asmaul Husna. Tahun 1995 galeri di Jalan Pemuda tersebut untuk transit tamu dari luar kota  Kemudian tidak lama sekitar 3 tahun galeri ini saya bangun permanen  dengan kaligrafi shalawat Nabi dari cetakan semen.



TULISAN YANG INDAH ITU AKAN TETAP ADA SEPANJAN ZAMAN WALAUPUN PENULISNYA SUDAH TERKUBUR DIDALAM BUMI.
( Kata Hikmah)

Desain El-Surayya Art Tahun 1995

Galeri El-Surayya Art tahun 1995 ini berada di Jalan Pemuda 94 Jepara, galeri gebyok dari kayu jati ini berukir ayat-ayat Al-Quran dan Asmaul Husna. Tahun 1995 galeri di Jalan Pemuda tersebut untuk transit tamu dari luar kota  Kemudian tidak lama sekitar 3 tahun galeri ini saya bangun permanen  dengan kaligrafi shalawat Nabi dari cetakan semen.



TULISAN YANG INDAH ITU AKAN TETAP ADA SEPANJAN ZAMAN WALAUPUN PENULISNYA SUDAH TERKUBUR DIDALAM BUMI.
( Kata Hikmah)

Desain El-Surayya Art Tahun 1990

Pemasangan sebuah gebyok kaligrafi oleh tenaga El-Surayya Art untuk bagian depan sebuah galeri kaligrafi yang dikombinasikan dengan kaca warna-warni desain akan terlihat rame, sedangkan dibaliknya dipasang lampu-lampu sehingga  terlihat lebih indah pada malam hari. Desain tersebut untuk galeri di Jalan Pemuda Nomer 94 Jepara. Kiri dan kanan terdapat ukiran hias model Timur Tengah dan kaligrafi ayat suci Al-Qur’an.
1)    Waufawwidhu amrii ilaa Allah (dan saya serahkan urusan saya kepada Allah)
2)    Wala taiasuu min rauhillah (dan jangan engkau berputus asa atas rahmat Allah)

Desain El Surayya Art Tahun 2000

Galeri El-Surayya, sebagai ganti bangunan galeri gebyok, kemudian diganti dengan desain bangunan permanen penuh kaligrafi, shalawat-shalawat Nabi Muhammad, yang inti artinya adalah mengharap syafaat dari baginda Nabi Muhammad  pada hari kiamat. Galeri El-Surayya Art ini didesain sebagai rumah penuh kaligrafi  Shalawat, identik dengan pesantren yang ada di Jawa Timur. Bumi shalawat pesantren di Tulangan Sidoarjo.

Desain El-Surayya Art Tahun 2000

Desain galeri El-Surayya Art full kaligrafi dan menur-menur 20 biji, kaligrafi dari bacaan Shalawat Nabi. Alat-alat cetak saya buat khusus, sedang tukang batu (tenaga kerja bangunan) mengerjakan fisik bangunan ini  spontan.

Desain El-Surayya Art Tahun 1968

Ukir kaligrafi surat Fatihah, karya perdana tepi ukir motif  hias, ukiran kaligrafi saya kerjakan baik desain kaligrafinya maupun ukiran motif hiasan tepi. Pada masa itu pengukir-pengukir masih fokus pada ukiran model macan kurung, ukiran kereta Ramayana, banyak dibuat di desa belakang gunung. Ukiran-ukiran dari huruf arab kaligrafi belum dikenal. Baru tahun 1975 saya ambil tenaga bantu pengukir, karena saya menerima banyak pesanan, dan memerlukan karyawan. Sejak itu sya mulai memberikan pengarahan cara-cara bentuk-bentuk huruf hijaiyah apabila diukir sesuai aturan yang benar. Walaupun mereka pandai dalam mengukir motif-motif hias, tapi mereka belum paham ukiran kaligrafi. Kini mereka sudah faham bentuk-bentuk huruf hijaiyah dan ekspresi ukiran, dengan benar walaupun mereka tidak bisa membaca atau menulis tapi mengukir mereka sudah paham. Apabila terjadi kekurangan dan kekeliruan mereka belum bisa menguasai, memang yang ideal adalah sebagai pengukir tahu dan bisa membaca menulis. Para penjual atau pengepul tidak semua tahu apakah kaligrafi tersebut benar atau keliru, semua beriforia kaligrafi, maka ramailah Jepara.

Desain El-Surayya Art Tahun 1968

Kaligrafi ayat Kursi dengan bingkai ukir hias motif Majapahit, banyak disukai dengan finishing politur dan masih kelihatan urat-urat kayunya. Desain kaligrafi dengan kombinasi motif Majapahit dan Pajajaran tersebut sekarang sudah jarang dibuat. Kini berbentuk sederhana dengan bingkai polos, profil dan lain-lain.

Template by:
Free Blog Templates